keluarga

Post thumbnail

Berdasarkan riset yang telah dilakukan oleh berbagai negara, pergaulan bebas memberikan banyak dampak buruk bagi setiap individu atau bahkan suatu generasi. Pergaulan bebas bukan berarti memiliki kebebasan dalam bergaul kepada suatu individu atau kelompok tertentu, melainkan pergaulan yang di mana kegiatan yang dilakukan secara bebas, tidak peduli hal tersebut merupakan hal yang buruk.

Tentu seseorang atau suatu kelompok menjalani pergaulan bebas dengan pengaruh tertentu. Namun, kebanyakan orang yang menjalaninya tidak menyadari akan dampak buruk dari pergaulan bebas tersebut. Tentu ada banyak hal atau alasan mereka terjerumus ke dalam pergaulan bebas. Beberapa di antaranya yakni:

  • Tidak memiliki pengetahuan atau pemahaman mengenai dampak buruk dari pergaulan bebas. Bisa dikatakan hal tersebut bukan murni kesalahan mereka akan hal itu. Ketidaktahuan mengenai pergaulan bebas bisa dikarenakan oleh kurangnya ilmu atau pendidikan yang diberikan kepada orang tersebut dari orang sekitar atau bahkan orang tuanya sendiri.
  • Lebih nyaman bergabung dengan kelompok yang melakukan pergaulan bebas. Mereka berpikir bahwa hanya kelompok tersebutlah (yang menjalani pergaulan bebas) yang dapat menerima kehadiran mereka dan membuat mereka merasakan suatu kenyamanan yang mereka inginkan yang tidak bisa mereka dapatkan dari individu ataupun suatu kelompok lainnya.
  • Lebih menyukai hal-hal yang dilakukan dalam pergaulan bebas. Yah, mungkin mereka menyadari akan dampak buruk dari suatu pergaulan bebas, namun mereka tetap memilih perbuatan yang buruk tersebut.

Beberapa hal-hal yang dilakukan dalam pergaulan bebas, yakni:

1. Seks bebas

Seks bebas dapat diartikan dengan tindakan seksual yang dilakukan di luar pernikahan atau bahkan dilakukan di bawah umur. Seks bebas tentu terjadi karena keinginan dari kedua pihak. Salah satu dampak buruk dari seks bebas adalah terjadinya kehamilan diluar pernikahan. Belum tentu kedua pihak ingin bertanggung jawab mengenai kehamilan tersebut. Bisa jadi sang pria tidak ingin menikahinya, bisa juga sang wanita memilih untuk menggugurkan kandungannya.

2. Mengonsumsi obat-obatan terlarang

Kegiatan yang dilakukan dalam pergaulan bebas juga dapat beupa mengonsumsi obat-obatan terlarang. Obat-obatan seperti narkoba dapat memberikan dampak buruk bagi pengguna, salah satunya adalah ketergantungan mengonsumsinya. Pengguna yang sudah kecanduan akan terus berusaha mendapatkan obat tersebut demi mengonsumsinya. Tidak peduli hal apa yang akan dilakukannya demi mendapatkan obat tersebut.

3. Melakukan tindakan seperti mambuat onar di tempat umum

Banyak juga tindakan membuat onar yang dilakukan dalam pergaulan bebas, beberapa di antaranya yakni melakukan balap liar, melakukan pencurian seperti melakukan pembegalan, melukai orang lain secara bebas, dan lain-lain.

Pergaulan bebas bukan hanya merugikan diri mereka sendiri, namun orang yang tidak menjalani pergaulan bebas juga dapdat terkena dampak buruknya. Oleh karena itu, hindari pergaulan bebas dan sebarkanlah kebaikan.

“Jika lingkungan sekitarmu terdapat banyak ketidakbaikan, maka jadilah seperti bunga teratai indah yang bahkan dapat tumbuh dan mekar di lingkungan yang terlihat tidak baik.” ~ Ir. Ricky Tanaka

~ RT


Secara spiritual, setiap generasi yang lahir ke dunia ini memiliki tantangannya masing-masing. Padahal, setiap anak yang lahir juga memiliki kurikulumnya masing-masing, yang juga berbeda dengan anak lainnya.

Era digital menawarkan banyak kemudahan bagi anak-anak dalam mengakses hiburan, informasi dan komunikasi. Namun, selain kemudahan tersebut, ada juga potensi masalah atau bahkan bahaya. Inilah tantangannya.

Idealnya, kita dapat memastikan bahwa anak-anak memanfaatkan sebanyak mungkin peluang untuk maju. Tetapi di sisi lain, kita juga dapat melindungi mereka dari masalah atau bahaya yang mengancam mereka.

Salah satu potensi masalah terbesar adalah ketika anak-anak menghabiskan terlalu banyak waktu menggunakan alat digital yang berbeda yang menyediakan fasilitas hiburan, informasi dan komunikasi yang berbeda.
Terlalu asyik dapat berpotensi menyebabkan masalah kesehatan atau pertumbuhan terhambat karena kurang olahraga, kurangnya paparan sinar matahari, atau kurangnya paparan luar ruangan.

Penelitian ilmiah yang dilansir BBC London menyatakan bahwa anak-anak yang tidak mendapatkan cukup vitamin dari sinar matahari dapat rentan terhadap gangguan kinerja mata, seperti minus atau silinder.
Obesitas juga bisa menjadi ancaman bagi anak-anak jika tidak berolahraga secara berlebihan, apalagi jika dipadukan dengan berbagai makanan berlemak.

Bahayanya Dari Era Digital

Dari segi perkembangan mental-sosial, hal ini juga dapat menimbulkan masalah. Jika berlebihan, anak kehilangan waktu untuk belajar menghadapi kenyataan yang sebenarnya, misalnya dengan berinteraksi dengan orang lain, mengatasi masalah di dunia nyata, dan sebagainya.

Semua pendidik di dunia sepakat bahwa bermain merupakan kegiatan yang sangat penting bagi anak, melibatkan gerakan fisik yang menyenangkan hati dan membutuhkan interaksi dengan orang, bukan benda.

Hal lain adalah perilaku atau budaya. Perilaku apa pun dapat muncul di layar, seperti kekerasan, pergaulan bebas, atau hedonisme. Tanpa pengawasan, perilaku ini kemungkinan besar akan menjadi budaya pada anak-anak kita.

Haruskah kita melarangnya sama sekali? Selain tidak bijaksana, ini seharusnya tidak terjadi. Apa yang bisa kita lakukan? Tentu saja, kita harus terus mendorong anak-anak untuk menggunakannya dengan benar dan memahami bahayanya berlebihan.

Menyetujui disiplin saat bermain game atau mengakses internet juga merupakan keharusan untuk melangkah terlalu jauh. Penting juga untuk tidak terlalu nyaman dengan banyak privasi. Tempatkan di udara terbuka agar mudah digunakan.

Penting juga untuk menciptakan aktivitas atau agenda yang seimbang, misalnya melibatkan anak dalam interaksi dengan tetap bersilaturahmi, berenang bersama atau membersihkan kamar.